jump to navigation

Ribut-ribut soal Korupsi ( KPK, POLRI & KEJAKSAAN ) November 21, 2009

Posted by atyaga1177 in KEJAKSAAN, Keluarga, Kemana kita akan melangkah..?, Korupsi, KPK, POLRI.
add a comment

Ramai-ramai ribut KPK POLRI KEJAKSAAN, ramai-ramai ribut masalah korupsi, demo di sana sini, aksi prihatin setiap hari disalurkan lewat aksi-aksi protes. Good..!

Tapi, aku coba berpikir lain…mari kita hitung-hitungan mana yang lebih bagus untuk konteks masa depan.

Sepanjang sejarah manusia, dari jaman dahulu sampai jaman sekarang bahkan untuk masa depan, hal yang abadi adalah, Judi, PSK, Minum-minum, Korupsi dan sejenisnya. Setiap jaman berubah bentuk dan kuantitinya tapi intinya sama.

Sekarang coba kita hitung dari populasi manusia yang ada di dunia, kelompok yang masuk ke dalam kelompok abadi itu berapa persen. Walaupun saya belum menemukan penelitiannya, kira-kira kelompok ini berkisar di angka 5 % dari total manusia di dunia. Artinya 95 % masuk ke dalam kelompok baik. Angka-angka ini jangan dijadikan acuan yang benar, hanya untuk memberi gambaran hitung-hitungan.

Kita persempit total manusia itu ke dalam wilayah di mana kita tinggal. Kalau jumlah manusia di wilayah kita 100 orang, artinya ada 5 orang masuk kelompok tidak baik, 95 orang masuk kelompok baik. Artinya kelompok tidak baik itu lebih kecil jumlahnya dari kelompok baik, pertanyaannya mana yang harus mendapat perhatian yang lebih besar ? Kelompok tidak baik atau kelompok baik.

Tentunya kelompok baik yang harus mendapat perhatian lebih besar (dalam konteks masa depan), kenapa ? Karena kalau kita tidak memperhatikan dan membina kelompok baik ini tetap di jalan yang benar, dikhawatirkan ada perpindahan, dari kelompok baik ke kelompok tidak baik.

Lalu siapa yang mendapat perhatian di kelompok baik ini, tentu saja generasi muda ! Generasi muda inilah yang harus dibina, jangan sampai generasi muda ini mewariskan kelakuan-kelakuan generasi pendahulunya. Tentunya tidak semua generasi pendahulu tidak baik, tapi kebanyakan yang sekarang terjadi adalah dilakukan oleh orang-orang yang sudah berumur.

Mulai darimana untuk membentuk akhlak generasi muda yang baik…tentunya dari lingkungan terdekat kita, kelurga..! Mulai dari keluargalah membentuk generasi yang benar.

Kenapa mesti repot…boleh demo tapi yang lebih penting, menjaga agar 95% itu jangan berkurang harus bertambah.

Garam kehidupan April 21, 2009

Posted by atyaga1177 in Kehidupan, Kemana kita akan melangkah..?.
add a comment

garam-kehidupan (sungai losarang)Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu hari datanglah seorang pemuda yang sedang mendapat banyak masalah. Pemuda itu lalu menceritakan semua masalahnya kepada orang tua tersebut, dengan penuh perhatian orang tua yang bijak itu mendengar semua cerita pemuda itu.

Kemudian pak Tua itu mengambil segenggam garam dan meminta pemuda untuk mengambil gelas berisi air. Dimasukannnya garam tersebut ke dalam gelas tadi lalu diaduk secara perlahan.

“ Coba minum ini dan bagaimana rasanya “ kata pak tua tadi.

“ Pahit, pahit sekali “ kata pemuda tadi sambil memuntahkan airnya.

Pak tua itu tersenyum dan mengajak berjalan tamunya ke suatu danau di dalam hutan. Lalu pak tua menaburkan garam ke dalam danau tersebut dan mengaduknya menggunakan potongan dahan.

“ Coba ambil air itu dan minum, bagaimana rasanya “ ujar pak Tua.

“ Wah..segar, tidak terasa garamnya “ ujar pemuda tadi.

Dengan bijak, pak tua itu menepuk punggung pemuda tadi, lalu berkata :

“ Anak muda.. dengarlah, pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam ini, tidak kurang tidak lebih. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari tempat yang kita miliki. Tempat itu ibaratnya hati kita. “

“ Jadi..pada saat kamu menerima kegagalan dan kepahitan dalam hidup, hanya satu yang dapat kamu lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semua itu.

“ Hatimu adalah tempat itu, perasaanmu adalah tempat itu, hatimu adalah tempat menampung segalanya. “

Jangan jadikan hatimu sebuah gelas, buatlah hatimu seperti danau yang mampu menampung segala kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran.

(disarikan dari kumpulan motivasi)