jump to navigation

Ini adalah tanggung jawabmu..! August 23, 2009

Posted by atyaga1177 in discipline, Kehidupan, Motivation.
add a comment

Kalau anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan anda dalam hidup, maka anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri. Kenapa demikian ?

Karena anda sendiri yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan atasan anda yang galak, bukan bawahan anda yang sulit diatur, bukan istri anda yang tidak sejalan, bukan suami anda yang tidak pengertian dan bukan teman di kantor yang menggosipkan anda. Tetapi karena anda sendirilah yang memutuskan, mengambil keputusan dengan penuh kesadaran untuk gagal.

Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olimpiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan dia akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas untuk negaranya.

Seorang veteran perang dunia pertama menawarkan resep masakan keluarganya kepada lebih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha untuk mengembangkan restoran. Seribu orang itu menolaknya. Tapi dia tidak menyerah. Bayangkan bila saat itu kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenai Kentucky Fried Chicken.

Sukses anda bukan nasib, sukses adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata dan kadang juga darah. Pada prinsipnya tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang memutuskan untuk berhenti sebelum mencapai sukses.

Advertisements

Garam kehidupan April 21, 2009

Posted by atyaga1177 in Kehidupan, Kemana kita akan melangkah..?.
add a comment

garam-kehidupan (sungai losarang)Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu hari datanglah seorang pemuda yang sedang mendapat banyak masalah. Pemuda itu lalu menceritakan semua masalahnya kepada orang tua tersebut, dengan penuh perhatian orang tua yang bijak itu mendengar semua cerita pemuda itu.

Kemudian pak Tua itu mengambil segenggam garam dan meminta pemuda untuk mengambil gelas berisi air. Dimasukannnya garam tersebut ke dalam gelas tadi lalu diaduk secara perlahan.

“ Coba minum ini dan bagaimana rasanya “ kata pak tua tadi.

“ Pahit, pahit sekali “ kata pemuda tadi sambil memuntahkan airnya.

Pak tua itu tersenyum dan mengajak berjalan tamunya ke suatu danau di dalam hutan. Lalu pak tua menaburkan garam ke dalam danau tersebut dan mengaduknya menggunakan potongan dahan.

“ Coba ambil air itu dan minum, bagaimana rasanya “ ujar pak Tua.

“ Wah..segar, tidak terasa garamnya “ ujar pemuda tadi.

Dengan bijak, pak tua itu menepuk punggung pemuda tadi, lalu berkata :

“ Anak muda.. dengarlah, pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam ini, tidak kurang tidak lebih. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari tempat yang kita miliki. Tempat itu ibaratnya hati kita. “

“ Jadi..pada saat kamu menerima kegagalan dan kepahitan dalam hidup, hanya satu yang dapat kamu lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semua itu.

“ Hatimu adalah tempat itu, perasaanmu adalah tempat itu, hatimu adalah tempat menampung segalanya. “

Jangan jadikan hatimu sebuah gelas, buatlah hatimu seperti danau yang mampu menampung segala kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran.

(disarikan dari kumpulan motivasi)