jump to navigation

The Winner & The Looser August 31, 2009

Posted by atyaga1177 in Commitment., discipline, Motivation, Passion.
Tags: , , , ,
add a comment

Seekor kelinci sedang bersantai di tepi pantai. Tiba-tiba datang seekor rubah besar yang hendak memangsanya.

Lalu kelinci itu berkata : “ Kalau kamu memang berani, mari kita berkelahi di lubang kelinci. Yang kalah akan menjadi makanan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.”

Rabbit&Tiger

Sang rubah jantanpun tertantang dan berkata: “ Ok, saya setuju…masa rubah kalah oleh kelinci..” Dan mereka pun masuk ke lubang kelinci.

Sepuluh menit kemudian, kelinci keluar sambil membawa sepotong daging rubah.

Sang Kelinci bersantai kembali di tepi pantai sambil memakai kaca mata hitamnya, tiba-tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya.

Lalu kelinci berkata: “ Kalau kamu berani, mari berkelahi di lubang kelinci, yang kalah akan menjadi makanan yang menang dan saya yakin saya akan menang.”

Beruang merasa tertantang dan berkata: “ Baik, saya setuju. Masa Beruang kalah dengan kelinci…”

Mereka pun masuk ke dalam lubang kelinci. Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar dari lubangnya sambil membawa daging beruang.

Hari pun semakin gelap, kemudian sang kelinci melongok ke dalam lubangnya dan berkata : “ Hai Harimau…cepat keluar..kita lanjutkan lagi besok..!”

Harimau pun berkata :” Kerja sama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan aku tidak perlu mencari dan mengejar-ngejar mangsa.”

The winner selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara The Looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

Gambar diambil dari : picture-book.com/taxonomy/term/690?page=3

Cerita diambil dari hasil seminar-seminar yg diikuti

Ini adalah tanggung jawabmu..! August 23, 2009

Posted by atyaga1177 in discipline, Kehidupan, Motivation.
add a comment

Kalau anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan anda dalam hidup, maka anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri. Kenapa demikian ?

Karena anda sendiri yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan atasan anda yang galak, bukan bawahan anda yang sulit diatur, bukan istri anda yang tidak sejalan, bukan suami anda yang tidak pengertian dan bukan teman di kantor yang menggosipkan anda. Tetapi karena anda sendirilah yang memutuskan, mengambil keputusan dengan penuh kesadaran untuk gagal.

Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olimpiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan dia akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas untuk negaranya.

Seorang veteran perang dunia pertama menawarkan resep masakan keluarganya kepada lebih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha untuk mengembangkan restoran. Seribu orang itu menolaknya. Tapi dia tidak menyerah. Bayangkan bila saat itu kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenai Kentucky Fried Chicken.

Sukses anda bukan nasib, sukses adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata dan kadang juga darah. Pada prinsipnya tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang memutuskan untuk berhenti sebelum mencapai sukses.