jump to navigation

Ingat…..Bukan dimana anda dulu, atau dimana anda sekarang, tapi akan kemanakah anda nanti December 31, 2008

Posted by atyaga1177 in Kemana kita akan melangkah..?.
add a comment

“…Jika anda dilahirkan dalam kondisi miskin, jangan salahkan siapa-siapa tapi jika anda meninggal dalam kondisi

Akan kemanakah kita..?

Akan kemanakah kita..?

miskin, salahkan diri anda….”

Pernyataan di atas, saya dengar dari salah satu radio swasta di Bandung, sangat menarik untuk saya renungkan khususnya untuk saya sendiri.

Menarik sekali, kalau saya amati kalimat di atas,.ada dua hal :

1. Jangan salahkan siapa-siapa.

2. Hidup adalah Perjuangan.

Pada saat lahir di dunia, kita diharuskan untuk memilih, pilih baik atau tidak, pilih besar atau kecil dan banyak pilihan-pilihan lainnya. Tidak akan ada orang yang melarang atas pilihan itu, konsekwensi dan resikonya ditanggung sendiri. Orang yang tahu esensi hidup di dunia sebagai tempat untuk memperbaiki diri karena pada dasarnya hidup di dunia ini sebagai tempat pembuangan (lihat tulisan sebelumnya).

Yang penting dalam menentukan pilihan itu adalah tanggung jawab, apabila memilih arah yang salah, jangan menyalahkan siapa-siapa, apalagi harus menyalahkan Tuhan. Sudah menjadi hal yang biasa, kalau kita menemukan kegagalan, kita akan mencari kesalahan orang lain. Seperti pernyataan di atas, seandainya kita lahir dari keluarga miskin, dan dalam perjalanannya orang itu masih tetap miskin, pasti dalam hatinya berkata :

…saya miskin, karena saya dilahirkan oleh keluarga miskin..tidak mungkin saya kaya..”

Banyak sekali orang-orang yang dilahirkan dari keluarga kaya, tidak selamanya terus menjadi kaya, kenapa..? Karena dalam hidupnya tidak melakukan apa-apa. Bagaimana jadinya apabila orang yang dilahirkan dari keluarga miskin dan tidak melakukan apa-apa..? Hancurlah hidupnya..

Memang ukuran kaya dan miskin tidak hanya pada berapa milyar uang atau harta kita, tetapi kaya miskin juga dapat diukur dari non materi, mungkin dari segi agama, mungkin dari segi akhlak (budi pekerti). Pada dasarnya hidup ini adalah perjuangan dan suatu pilihan.

Ingat…..Bukan dimana anda dulu, atau dimana anda sekarang, tapi akan kemanakah anda nanti…

Advertisements

Selamat datang 2009, selamat datang tantangan… December 14, 2008

Posted by atyaga1177 in Cost Reduction, Nilai Tambah.
add a comment

Tahun 2008 tersisa beberapa hari lagi, kita akan menghadapi tahun 2009. Tahun 2009 konon kabarnya tidak lebih baik dari tahun 2008, selain kondisi ekonomi akibat krisis keuangan dunia yang masih berlanjut, di Indonesia akan dilangsungkan pemilihan anggota legislative dan presiden. Khusus mengenai pemilihan presiden dan legislative, rakyat sedikit lega karena masih ada kegiatan ekonomi, yaitu pembuatan spanduk dan kaos partai, kalau beruntung… sedikit-sedikit mendapatkan uang dari money politic… 🙂

Lalu, apa yang harus kita lakukan dan persiapkan untuk tahun 2009..?

Pertama, persiapkan mental dan pikiran kita, agar tetap berpikir positip, agar tetap tenang dan tetap menggunakan akal sehat serta tidak panik. Minimal dengan mengelola pikiran, kita dapat lebih ringan, berat dan ringannya suatu masalah tergantung pada bagaimana mengelola pikiran kita.

Krisis keuangan global, kesulitan ekonomi atau apapun namanya tidak tahu sampai kapan akan berakhir. Kita tentunya tidak akan menunggu berakhirnya kesulitan ini, kita harus mulai dari sekarang, sebelum external side (krisis ekonomi) membaik, internal side harus segera dilakukan. Dengan melakukan efisiensi dan penataan ulang skala prioritas, kehidupan akan lebih baik.

Mari kita lihat dalam grafik  :

grafik-cost-r

Dalam grafik di atas tertulis Income, expense dan margin, Istilah ini biasa digunakan dalam perusahaan, namun pemakaian istilah dalam grafik di atas, hanya untuk menggambarkan atau memudahkan dalam penjelasan cerita di atas.

Program cost reduction bukan hanya dipakai untuk perusahaan, tapi dapat digunakan untuk kehidupan kita di rumah.

Tahun 2008, margin sebesar US$ 3, seandainya tahun 2009, kita tidak melakukan apa-apa hanya menunggu dan menunggu, margin yang kita peroleh hanya US$ 1.

Sedangkan tahun 2010, kita proaktif melakukan efisiensi dan memilih kegiatan apa yang prioritas, di sisi lain kondisi external masih belum membaik, maka margin kita naik dibandingkan dengan tahun 2009.

Sementara di tahun 2011, kondisi external membaik, kondisi internal efisien, apa yang kita dapat..? Margin kita membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kata lain, yang menjadi prioritas melakukan perubahan adalah kita sendiri, factor external merupakan factor kedua. Semuanya kita yang menentukan, bagaimana kita melihat suatu perubahan menjadi suatu peluang. Kita harus terus bergerak melihat peluang-peluang, jangan terjebak pada paradigma lama yang menyatakan bahwa :

“..Kita harus bersyukur melihat keadaan ini, orang lain masih banyak di bawah kita…”

Kata bersyukur di atas pada umumnya diartikan sebagai pasrah menerima apapun, tidak melakukan apapun, padahal kalau kita lihat bersyukur itu adalah dinamis, bagaimana memanfaatkan sumber daya yang Tuhan berikan agar memberikan nilai tambah kepada kehidupan kita.